Print this page

Meraih mimpi di BEC (Basic English Course)

Sekali mengayuh dayung dua tiga pulau terlampaui, seperti itulah pribahasa yang mungkin sesuai dengan apa yang dialami oleh Maruslang Tochewae, seorang siswa BEC CTC 134 JJA 2016 yang berasal dari Thailand. 

Ruslan, sapaan akrab yang biasa dipanggil oleh teman-temannya memilki semangat juang dan target yang tinggi untuk belajar di BEC, karena  Ruslan hanya memiliki sisa waktu 6 bulan untuk belajar di Indonesia. Dari tempat dia tinggal (Thailand), dia diberi waktu 2 tahun untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)  Jawa Timur dengan mengejar gelar S2. Akan tetapi Ruslan ketika masih berada di negaranya, dia pernah mendengar kursus bahasa Inggris yang bagus dari teman-temannya yang sudah pernah belajar di Kampung Inggris Pare. Teman-temannya-pun menganjurkan Ruslan untuk belajar di BEC, dikarenakan pembelajaran di BEC dimulai dari yang Basic (dasar) bagi pemula yang mau belajar. 

Ruslan memilki mimpi yaitu ingin mendirikan kursus bahasa Inggris di negaranya, Thailand. Oleh karena itu dia mencoba mengatur waktu belajarnya selama 2 tahun itu digunakan tidak hanya untuk kuliah di perguruan tinggi tetapi juga bisa menimba ilmu di Kampung Inggris Pare tepatnya di BEC (Basic English Course). Dengan tekad dan niat yang kuat, akhirnya dia memberanikan diri untuk bertemu dengan dosen pembimbingnya dan membicarakan tentang masa kuliahnya yang ingin diselesaikan 1,5 tahun. Akhirnya dosen pembimbingnya memperbolehkan, tapi dia harus bersungguh-sungguh menyelesaikan tesisnya. Dan Alhamdulillah dalam jangka waktu 1,5 tahun dia bisa mendapatkan gelar S2 nya.

Selama 6 bulan ini Ruslan akan bersungguh-sungguh dalam belajar bahasa Inggris, tidak hanya materi yang dia pelajari tapi juga semua metode belajar dan mengajar yang diajarkan di BEC. Mudah-mudahan saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat di BEC ini, jadi dengan semua yang saya pelajari disini khususnya bahasa Inggris tidak hanya bisa mewujudkan mimpi saya untuk mendirikan kursus bahasa Inggris tapi juga bahasa Inggris sebagai alat saya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang tingkat selanjutnya yaitu S3,  tutur Ruslan. 

 

Last modified on Saturday, 06 August 2016 02:33
Rate this item
(8 votes)